Jumat, Maret 27, 2015

Balapati untuk Psikologi

Berdasarkan  bahasa Indonesia istilah balapati (pemimpin) sama artinya dengan pelopor, pembina atau panutan. Istilah memimpin sendiri, digunakan dalam konteks peran seseorang dalam menjalankan tugasnya untuk memelopori rakyat atau pasukannya. Pemimpin merupakan tonggak penting yang menjadi tiang dalam suatu perkumpulan yang menginginkan tujuan yang sama.

Salah satu dosen Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro, Farida Hidayati mengatakan makna seorang pemimpin untuknya adalah orang selalu dijadikan panutan, orang yang harus mengajak orang-orang yang berada dibawahnya untuk menuju pada satu tujuan tertentu. Berdasarkan konteks pemimpin organisasi, itu artinya yang bertanggung jawab tercapainya tujuan organisasi adalah seorang pemimpin.

Begitu besar tanggung jawab seorang pemimpin, sehingga kita harus selektif benar dalam menentukan siapa orang yang pantas kita jadikan pemimpin. Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro, akan segera melaksanakan pemilihan dekan baru. Saat ini pun telah dilakukan persiapan-persiapan seperti membentuk kepanitiaan, membentuk tata aturan dan penentuan proses penjaringan calon-calon yang dirasa memenuhi kriteria calon pemimpin.

Farida menuturkan bahwa seorang pemimpin yang dibutuhkan oleh Fakultas Psikologi adalah seorang pemimpin yang bisa memahami dengan berbagai karakter teman-teman yang dipimpinnya, sehingga dia harus mampu untuk menjadi komunikator yang baik yang mampu menyampaikan pesan secara efektif dan semua orang bisa memahami. Kedua, seorang pemimpin harus dapat memotivasi orang yang dipimpinnya untuk tetap berada dalam mood yang stabil. Hal tersebut bisa dilakukan dengan melukan pelatihan-pelatihan dan peningkatan sumber dayanya.

Kata “pemimpin”, apabila dialihbahasakan ke dalam bahasa Inggris menjadi “LEADER”, yang mempunyai tugas untuk me-LEAD atau memimpin para anggotanya. Sedangkan makna LEAD tersebut adalah :

1. Loyality, seorang pemimpin harus mampu membangkitkan loyalitas rekan kerjanya danmemberikan loyalitasnya dalam kebaikan.

2. Educate, seorang pemimpin harus mampu untuk mengedukasi rekan-rekannya dan mewariskan tacit knowledge pada rekan-rekannya.

3. Advice, memberikan saran dan nasehat dari permasalahan yang ada

4.Discipline, memberikan keteladanan dalam berdisiplin dan menegakkan kedisiplinan dalam setiap aktivitasnya.


Itulah beberapa tugas dari seorang pemimpin, semoga Fakultas Psikologi mampu memilih pemimpin yang benar-benar amanah dan bertanggung jawab kepada seluruh anggota dan orang-orang yang dipimpin. (Barokatul Asiyah/Psikojurnalistik)

Dekan Baru untuk Meniti Awal Baru Fakultas Psikologi


         Semester genap tahun ajaran 2014/2015 akan segera dimulai. Segala aktivitas perkuliahan akan kembali meramaikan kampus Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro ini. Semester baru bukan satu-satunya alasan yang menandakan sebagai awal baru bagi Fakultas Psikologi. Pemilihan Dewan Kampus Fakultas Psikologi sebagai pemimpin Fakultas Psikologi juga menandakan awal baru bagi fakultas tercinta ini. 
              Setelah beberapa tahun Prasetyo Budi Widodo memimpin sebagai Dekan Fakultas Psikologi, sekarang adalah saatnya pemilihan Dekan baru yang akan memimpin Fakultas Psikologi. Siapakah yang akan menjadi Dekan Fakultas Psikologi? Sejauh apakah persiapan yang sedang dijalani untuk pemilihan Dekan baru 'Fakultas Pink Magenta' ini?" Sejauh ini yang saya tahu sudah ada beberapa nama yang memang dicalonkan atau yang menjadi bahan pertimbangan dosen-dosen fakultas ini untuk menjadi Dekan kedepannya." ujar Sri Hartati, selaku salah satu dosen Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro.
          Seorang pemimpin merupakan seorang yang tidak hanya berada di depan untuk memimpin anggotanya menuju ke arah yang lebih baik tetapi juga berada di belakang untuk mendorong anggotanya agar dapat terus bergerak maju, bahkan juga berada di tengah-tengah anggotanya untuk mengetahui apa yang dibutuhkan oleh anggotanya. Kritikan dan dukungan tentunya telah diberikan kepada Prasetyo Budi Widodo selama menjadi Dekan Fakultas Psikologi, untuk memajukan fakultas yang pada awalnya merupakan jurusan yang berada di bawah naungan Fakultas Kedokteran ini.
           “Beliau memang selama beberapa lama menjadi Dekan telah memimpin Fakultas Psikologi dengan baik. Fakultas kita juga mengalami beberapa kemajuan,” ujar Sri.
            “Memang ada kelebihan dan kekurangannya, mungkin dalam beberapa hal beliau masih kurang tegas sebagai pemimpin fakultas ini, tapi ya bagusnya dalam menanggapi persoalan yang ada beliau cukup cekatan,” tambah Sri.
           Ada sebuah pepatah yang berbunyi “Hanya keledai yang jatuh pada lubang yang sama dua kali.” Sri juga mengungkapkan bahwa kedepannya siapa pun yang terpilih menjadi Dekan Fakultas Psikologi, dapat mengambil hal baik dari kepemimpinan Dekan Fakultas Psikologi sebelumnya dan meninggalkan hal yang kurang baik atau salah yang terjadi sebelumnya.
  “Sebenarnya banyak yang harus dibenahi fakultas kita ini dan saya juga banyak berharap dengan Dekan Falutas Psikologi nantinya untuk menjadi Dekan yang tegas,” ungkap Sri.
  “Saya pribadi juga sebenarnya sangat mengharapkan Dekan Fakultas Psikologi ini merupakan lulusan S3, karena apabila kita memperhatikan fakultas-fakutas lainnya di Universitas Diponegoro, dekannya adalah lulusan S3. Sayangnya di fakultas kita lulusan S3 memang masih terbatas tetapi tetap besar harapan saya,” tambah  Sri.
  Dekan sebagai pemimpin teratas fakultas memiliki peranan penting dan tanggung jawab yang besar. Meskipun pemilihan Dekan Fakultas Psikologi ini mahasiswa Fakultas Psikologi tidak dapat turut serta menyumbangkan suaranya, namun mahasiswa meupakan salah satu yang sangat merasakan peranan dari kepemimpinan dekan.
 Siapapun Dekan Fakultas Psikologi selanjutnya tentunya memikul tanggung jawab yang besar dan banyak harapan-harapan yang diberikan kepadanya untuk dapat memajukan fakultas tercinta kita. Semester baru, pemimpin baru, tentunya akan terasa lengkap dengan semangat baru pula. Semangat untuk memajukan Fakultas Psikologi Univeritas Diponegoro. [Feby/Psikojurnalistik]


TRIK JITU UNTUK MENGHADAPI SEMESTER BARU ALA MITA

Liburan semester sudah hampir usai, itu artinya kehidupan kampus akan segera dimulai. Mita begitulah sapaan akrab gadis ramah ini. Lahir di Semarang 20 tahun yang lalu dengan nama lengkap Paramita Estika Sari. Mita adalah seorang mahasiswi semester 6 Fakultas Psikologi Undip. Sebagai seorang mahasiswi yang telah cukup lama ia sudah terbiasa dengan setiap pergantian semester yang ia hadapi serta segala rasa yang menyertainya.      
Dalam menghadapai pergantian semester yang baru setiap mahasiswa memiliki caranya masing-masing. Ada yang menghadapi dengan tenang, biasa saja bahkan ada yang sampai dihinggapi rasa cemas berlebihan. Bagi seorang Mita pergantian semester menjadi hal yang nyaman ia jalani. Beberapa trik diantaranya ialah dengan Mengetahui tipe belajar kita. Pada awal semester satu dia belum mengetahui tipe belajarnya barulah pergantian semester dua menuju tiga ia menyadari tipe belajar dirinya yang tergolong ke dalam tipe visual spasial sehingga ia bisa mempersiapkan semester tiganya kala itu dengan lebih mantap. Sebagai seorang dengan tipe belajar visual spasial dalam belajar ia lebih senang menggunakan metode mind maaping. Dengan membuatnya menarik, penuh warna ia merasa lebih mampu mencerna setiap materi kuliah yang ia dapat.
Selain mengetahui tipe belajar, trik jitu mita yang lain adalah dengan membuat time table. Dalam time tablenya ia menuliskan segala target yang ingin dia capai selama satu semester baru nanti. Tidak sekedar dibuat dalam bentuk biasa, namun ia membuatnya dalam bentuk yang menarik dan menempelnya di dinding kamar. Untuk setiap target yang telah ia capai maka ia akan mencontreng dengan tinta merah sebagai tanda bahwa target tersebut telah selesai.
Berbicara mengenai pergantian semester baru erat hubungan dengan ketakutan dalam menghadapi mata kuliah. Bagi Mita hal tersebut wajar adanya bahkan ia pernah mengalaminya pada semester lima lalu, ia takut dengan salah satu mata kuliah wajibnya sehingga tidak tertarik, namun hal tersebut tidak ia biarkan berlarut, ia mencoba menaklukkannya dengan beberapa trik berikut ini

1.      Memiliki Peer Group sebagai motivasi eksternal.
Menurut Mita Peer Group memiliki peran penting untuk menumbuhkan semangat. dengan sering kumpul bersamadan sering sharing maka akan saling menguatkan dan memberi motivasi.
2.      Menciptakan motivasi internal.
Bagi Mita motivasi internal bisa ia dapat dari peer groupnya dengan saling membantu untuk menjelaskan mata kuliah yang sekiranya tidak dipahami serta dukungan penuh dari orang tuanya terutama ibu.
3.      Mencoba bertahan dengan menikmati (have fun).
“ Carilah kesenangan yang bisa memunculkan motivasi diri sendiri”, jelas Mita.



Nah itulah trik jitu dalam menghadapi semester baru serta trik keren untuk menghilangkan ketakutan terhadap mata kuliah ala Mita. Ada pesan super juga yang Mita sampaikan untuk kita terutama untuk adik tingkatnya, “ Cintailah apa yg kamu kerjakan dan kerjakan apa yang kamu cintai. Meskipun kita tidak suka, tapi kita ada niat untuk usaha dan mencintainyaitu pasti bisa, gak ada sesuatu yang gak bisa kalau kita udah mau, kita udah ada niat, kita udah ada berusaha. Do your best, lakukan yang terbaik yang kamu bisa. Kalau orang lain hanya bekerja satu kali usaha lakukanlah dua kali usaha, allah tau kok kalau kitasedang berusaha dan hasil akhirnya biar allah yang tentukan”.

Wooow semoga trik dari Mita ini bisa bermanfaat ya, salam semester baru semua.

Minggu, Januari 11, 2015

Siapa Bilang Mahasiswa Psikologi Tak Pandai Bisnis?

Mahasiswa berperan sebagai agent of change, sudah semestinya memiliki inisiatif untuk menciptakan perubahan. Tidak hanya bergulat dengan organisasi kampus maupun di luar kampus, tapi juga mampu menghasilkan karya yang bermanfaat, baik untuk diri sendiri maupun orang lain, baik untuk sekarang maupun masa depan. Salah satunya dengan membangun sebuah wirausaha. Wirausaha sebagai karya yang bermanfaat tidak luput dari inovasi dan kreativitas yang unik. Melihat persaingan yang ketat, mahasiswa harus memutar otak untuk menciptakan inovasi yang out of the box.

Werdhi Hanartari Mangundjaya, Galih Bhramantyo, Gaza Palevi, dan Prasetyo Nugraha telah membuktikan peran mahasiswa sebagai agent of change dengan membuat sebuah wirausaha di bidang makanan dan minuman. “48 ice blend & Pawpaw Rone” merupakan bentuk usaha yang menjual bakpao isi toblerone dan ice blend berbagai rasa. Diawali oleh Prasetyo Nugraha, yang sudah memulai usahanya dengan menjual bakpao isi toblerone. Pras, ppanggilan akrab Prasetyo Nugraha, menjual bakpao inovasinya di kampus sebagai sasaran awal. Melihat animo dari teman-teman mengenai bakpao buatannya, Pras semakin yakin untuk menggeluti usaha ini. Pras bertemu dengan tiga temannya yaitu Werdhi, Galih, dan Gaza yang juga memiliki keinginan yang sama. Ketiga temannya itu sudah memiliki konsep untuk menjual minuman franchise yang bernama “48 ice blend”. Mahasiswa psikologi Universitas Diponegoro ini akhirnya memutuskan untuk bergabung sehingga terbentuklah “48 ice blend & Pawpaw Rone”. Menurut mereka, berwirausaha di bidang makanan dan minuman karena melihat mahasiswa pasti membutuhkannya, selain itu bakpao toblerone merupakan yang pertama di Indonesia. “Coba kamu ketik di google ‘bakpao toblerone’ pasti belum ada,” jelas Pras.

Kedai “48 ice blend & Pawpaw Rone” yang berlokasi di Jl. Sirojudin No. 20 tembalang ini beroperasi dari pukul 13.00 sampai pukul 21.00 WIB. Akan tetapi, apabila masih ada pelanggan yang ingin bersantai di kedai, kedai akan tutup sampai pelanggan meniggalkan tempat. Kedai ini menyediakan delapan varian rasa yaitu starbluesky, frappucino, black coffee, white grape, red berry, choco mint, choco malt, dan green espresso. Sementara itu untuk makanan, kedai ini menyediakan lima varian rasa yaitu toblerone, toblerone keju, nutella, nutella keju, dan Bolognese. Range harga yang ditawarkan sekitar Rp 5.000 sampai Rp 8.000. “Semua yang kita jual itu favorit, tapi waktu pertama kali aku jual bakpao toblerone, 40 bakpao yang aku jual langsung habis dalam lima menit,” tutur Pras ketika ditanya bakpao mana yang paling favorit. Pras dan teman-temannya mempromosikan usaha mereka dari mulut ke mulut, namun saat ini kedai “48 ice blend & Pawpaw Rone dapat ditemui di instagram (48iceandpaw2).

Bagi Werdhi, yang menjadi inspirasinya dalam membangun usaha ini adalah Hasan, pemilik kedai Sop buah “FresHasan”. Menurutnya, Hasan yang merupakan teman semasa SMA saja bisa, mengapa ia tidak? Selain itu, Werdhi ingin mendapatkan kemandirian dan mewujudkan keinginannya untuk menciptakan kegiatan yang tidak hanya menghabiskan uang tapi juga menghasilkan uang. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Pras dan Galih, mereka ingin mandiri dan tidak memberatkan orangtua. Uang tabungan yang mereka gunakan sebagai modal adalah bukti langkah awal untuk mencapai kemandirian.
Usaha yang baru dibuka selama dua minggu ini belum menemukan kendala yang dihadapi. Akan tetapi, Pras dan teman-temannya sudah memikirkan apabila terdapat jadwal kuliah yang tidak sesuai dengan jam operasional kedai mereka. Mereka sudah mempersiapkan untuk membuka peluang bagi teman-teman yang ingin bekerja part time di kedai untuk mengatasi kendala tersebut.

Saat ini, banyak mahasiswa yang sudah berwirausaha, terutama di bidang makanan, namun Galih tidak menganggap persaingan sebagai suatu yang harus ditakuti “Saingan pasti ada, kenapa musti takut?”, Pras pun menambahkan “Rejekinya masing-masing”. Mereka memandang bahwa teman-teman mahasiswa saat ini masih banyak yang takut untuk memulai usaha mereka, mereka mengakui bahwa teman-teman mahasiswa lain memiliki ide dan potensi yang kuat, hanya saja masih takut untuk memulai.

Sebagai mahasiswa, kegiatan perkuliahan seperti organisasi dan tugas yang diberikan dosen dapat diatasi dengan menyediakan waktu khusus dalam mengerjakan pekerjaan satu per satu. “Tugas dari dosen ya kita kerjakan selagi kedai belum buka, disaat kedai sudah buka saatnya fokus untuk bekerja. Pokoknya tugas ya tugas, kerja ya kerja” tutur Galih. Belajar dari kedai yang sudah mereka buka, Pras dan teman-teman memberikan saran agar para mahasiswa yang sudah memiliki ide tidak takut untuk mengaplikasikan ide mereka. “Jangan takut untuk mulai melangkah karena jika tidak ada langkah awal maka ngga bakal ada langkah-langkah kedepannya dan kita ngga bakal tau sebelum mencoba” pesan Pras. (Ghina) 

Rabu, Oktober 01, 2014

KOMEDPOS Juli 2014 Edisi Digital

Buletin edisi Juli 2014 akhirnya juga dirilis edisi digitalnya nih sobat kojur! Masih ingat nggak, sobat yang sudah baca kemarin, buletin bulan Juli 2014 ini isinya apa aja, atau malah belum tahu karena belum baca? 

Kami sedikit mengingatkan saja nih, kalau buletin KOMEDPOS 2014 ini juga nggak kalah mantaap karena memuat artikel nggak ada duanya, yaitu wawancara dengan seorang psikolog forensik terkenal di Indonesia, Bapak Reza Indragiri Amriel saat beliau menjadi pembicara di even Diskusi Publik 2014 "Remaja, Asrama, dan Kekerasan", serta artikel lain yang nggak kalah hebat lagi.karena mengulas tentang Kartini era masa kini, serta artikel seru dari event keren persembahan Psikologi Undip 2014 "The Power of Catharsis", serta nggak ketinggalan, artikel yang membahas tentang pedofilia menurut ilmu Psikologi.

Tentunya sobat kojur harus baca semua artikel luar biasa itu sendiri ya, karena tidak lain bahwa semua karya Psikojur dipersembahkan untuk pembaca kami, yang berada di Fakultas Psikologi Undip khususnya!

Silakan mengakses edisi digitalnya dari sini, kemudian ke sini ya untuk dapat membaca keempat halaman buletin KOMEDPOS 2014 kami di edisi bulan Juli 2014. Jangan lupa bahwa kami PsikologiJurnalistik selalu menunggu kritik dan saran sobat semua!

KOMEDPOS Juni 2014 Edisi Digital

Bagi teman-teman yang mungkin belum kedapatan edarannya atau ingin membaca lagi buletin PsikologiJurnalistik bulan Juni 2014, kami juga sudah sediakan link untuk bisa membaca buletinnya lewat Dropbox.

Edisi bulan Juni 2014 ini termasuk yang paling spesial karena memuat artikel wawancara dengan Tommy Tjokro (pembicara Pelatihan Jurnalistik 2014 PsikologiJurnalistik "Find Your Perfect Way to be a Good Interviewer"), liputan dan galeri even EKSPOSE (Even Kreasi Psikologi dalam Olahraga dan Seni) 2014, serta artikel keren lain yang sebaiknya nggak kelewatan dibaca ya, terutama oleh mahaiswa Fakultas Psikologi Undip!

Yuk, dibaca (lagi) buletin KOMEDPOS Edisi Juni 2014nya, mulai dari halaman ini ke halaman ini ya!
 
Jangan ragu menyampaikan pendapat dan kritik/saran kalian ya!

KOMEDPOS Maret 2014 Edisi Digital

Hai sobat Kojur!

Tahu 'kan kalau salah satu produk PsikoJur adalah buletin yang berisikan berita dan informasi yang sedang cukup hangat di setiap periode penerbitannya? Sudahkan sobat membaca buletin Psikojur yang namanya KOMEDPOS?

Jangan khawatir, minjur kali ini akan membagikan edisi digital dari KOMEDPOS bulan Maret 2014 lalu jika sobat ingin membacanya. Edisi Maret 2014 ini menarik nih karena memuat artikel tentang Pemilu Legislatif 2014, liputan even HARMONI PSIKOLOGI 2014, serta informasi tentang dana BOPTN.
 
Silakan ikuti link ini ya untuk mengakses edisi digital KOMEDPOS bulan Maret 2014 kami. Jangan lupa sharing ke kami ya mengenai pendapat kamu tentang buletin KOMEDPOS, serta kritik dan sarannya!